Mengenali Dasar Tentang Zakat Maal

Mengenali Dasar Tentang Zakat Maal – Istilah zakat mal berasal dari bahasa Arab “maal” yang artinya harta. Zakat wajib hukumnya bagi Umat Islam yang memenuhi syarat. YAFIKHI.org

Zakat menurut beberapa ulama :

1. Imam Syafi’i: Zakat itu ialah harta tertentu dikeluarkan dari suatu harta tertentu dengan cara tertentu pula.
2. Imam Hanafi: Zakat mal adalah ialah pemberian harta karena Allah, agar dimiliki orang fakir yang beragama Islam selain dari bani Hasyim atau bekas budaknya, dengan ketentuan manfaat dan harta harus terputus dari pemiliknya yang asli dengan cara apapun.
3. Imam Maliki: Zakat itu ialah mengeluarkan bahagian tertentu dari harta tertentu pula, yang telah mencapai satu nisab pula, diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, yakni apabila harta itu merupakan milik penuh si pemberi, dan telah berulang tahun bagi selain barang tambang dan hasil pertanian.
4. Imam Hambali: Zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari suatu harta.

Syarat untuk memenuhi zakat maal :

a. Kepemilikan Penuh (pribadi)
Harta yang akan dipergunakan untuk zakat harus milik pribadi atau milik lembaga yang akan menunaikan zakat.
b. Hartanya tidak berkurang atau harus bertambah dan berkembang
Harta yang akan di zakatkan jika dari usaha yang dilakukan harus memiliki penghasilan yang bertambah atau berkembang.
d. Sudah Cukup Nisab
Nisab artinya ukuran atau jumlah minimal harta sehingga wajib dizakatkan. Tidak ada ketentuan wajib berzakat atas harta yang belum memenuhi nisab.
e. Lebih Dari Kebutuhan Pokok
Seseorang yang akan menunaikan zakat maal harus sudah memastikan telah memenuhi kebutuhan pokok keluarga terlebih dahulu.
f. Bebas Dari Utang
Utang yang dimaksud di sini adalah utang yang berkaitan dengan kebutuhan pokok.
g. Sudah berlalu satu tahun (12 bulan)
Harta yang wajib dizakatkan adalah harta yang masa kepemilikannya sudah mencapai minimal 1 tahun (haul). Ini berlaku untuk hewan ternak, perhiasan, harta simpanan, dan hasil perniagaan.

Cara menghitung zakat maal :

– 2,5% x jumlah harta tersimpan selama kurun waktu 1 tahun
– Nisab emas sebanyak 20 dinar, 1 dinar = 4,25 gr emas. Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.
Nisab perak sebanyak 200 dirham = 595 gr perak.
Nisab hewan ternak yang dimiliki (30 ekor sapi = 1 ekor sapi jantan, 40 ekor sapi = 1 ekor sapi betina), (40 ekor kambing = 1 ekor kambing).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
WhatsApp us