MENGGALI POTENSI WAKAF BERSAMA YAFIKHI

 

MENGGALI POTENSI WAKAF

   Manusia di golongkan menjadi beberapa kelompok, *kelompok pertama* adalah mereka yang taqwa dan kaya, dengan anugerah yang diberikan sebagai jalan menuju ketaqwaan, ia menyantuni anak yatim, dhuafa, gemar berderma bersedekah, bahkan menunaikan wakaf untuk lembaga pendidikan atau masjid masjid.
   Kelompok  kedua mereka yang taqwa tapi kurang secara material, namun demikian walau kekurangan secara materi tidak serta merta menjadikan mereka menghalalkan semua cara. *kelompok ketiga* adalah orang yang diberikan banyak material oleh Allah tetapi tidak beriman, celakalah golongan manusia yang ketiga ini, mereka menghambur hamburkan harta dan berfoya foya.Dan *kelompok keempat* adalah mereka yang secara materi kekurangan, secara rohanipun jauh dari Allah, merekalah laksana mayat hidup.
انما الدنيا لاءربعۃ نفر:عبدرزقه الله مالا وعلما,فهو يتقی فیه ربه و يصل فيه رحمه ,و يعمل لله فيه حقا فهو بافضل المنازل,وعبد رزقه الله علما ولم يرزقه مالا فهو صادق النيۃ,يقول:لو ان لی مالا لعملت بعمل فلان, فهو بنيته فاءجرهما سواء.وعبد رزقه الله مالاولم يرزقه علما يتخبط فی ماله بغير علم ولا يتقی فيه ربه, ولا يصل فيه رحمه ولا يعمل لله فيه حقا فهو باخبث المنا زل, و عبد لم يرزقه الله مالا ولا علما, فهو يقول: لو ان ل مالا لعملت فيه بعمل فلان, فوزنهما سواء(الترمذي واحمد)
Artinya
Dunia dihuni empat ragam manusia.Pertama, Seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertaqwa kepada Robbnya, menyantuni sanak keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia.Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk sungguh sungguh.Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya.Maka pahala mereka berdua ini adalah( kelompok pertama dan kedua)sama.Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan.Dia membelanjakan  hartanya dengan berhambur hamburan(foya foya) tanpa ilmu(kebijaksanaan).Ia juga tidak bertaqwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak mempedulikan Allah.Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji.Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki  harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi buta, maka timbagan keduanya sama (HR.Attirmidzi dan Ahmad)
Dari uraian hadits di atas, termasuk golongan yang manakah kita?
    Teramat sangat memohon pada Allah, kita semua supaya di masukkan golongan yang pertama, menjadi insan beriman bertaqwa serta melek ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga berkemampuan memberikan kontribusi untuk kemaslahatan ummat, salah satunya adalah wakaf, karena tujuan wakaf adalah mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan mewujudkan kesejahterakan umum.
Pengertian Wakaf
Secara _bahasa_, wakaf adalah al habs dan al man’u artinya menahan .menahan harta untuk di wakafkan, tidak dipindahmilikkan.Wakaf secara _istilah_, yaitu menahan sesuatu benda yang kekal zatnya mencegah, diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan islam.
Salah satu ibadah mulia adalah wakaf, karena pahala bagi pewakaf tidak hanya bisa di petik ketika masih hidup, tapi tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia.
اذا مات الا نسان انقطع عنه عمله
 الا من ثلا ثۃ : الا من صدقۃ جاريۃ او علم نتفع به او ولد صالح يدعو له
Artinya
Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.(HR.Muslim, Imam Abu Dawud, dan Nasa’iy)
     Dalam hadits diatas yang di maksud _sedekah jariyah_menurut para ulama, adalah wakaf, karena wakaf adalah satu satunya bentuk sedekah yang terus bersambung manfaatnya dan langgeng pahalanya, bahkan pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf telah meninggal dunia.Semakin banyak yang orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya.
الصدقۃ الجاريۃ محمولۃ عند العلماء علی الوقف كما قاله الرافعي, فاءن غيره من الصدقات ليست جاريۃ
“Sedekah jariyah dipahami sebagai wakaf menurut para ulama, sebagaimana keterangan  Ar Rafi’i karena sedekah lainnya bukan sedekah jariyah.
Fadhilah Wakaf
Ada beberapa fadhilah atau keutamaan wakaf, antara lain :
1 .Bagi orang yang berwakaf, pahalanya terus mengalir.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam) yaitu: sedekah jariyah(yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.(HR Muslim)
2. Manfaatnya akan di rasakan terus oleh orang banyak, hingga generasi berikutnya.
3. Harta benda yang di wakafkan tetap utuh terpelihara tidak bisa di pindah tangankan.
4. Wakaf akan terus memajukan syiar dan dakwah, menghidupkan lembaga sosial keagamaan, mensejahterakan umat, memberantas kebodohan, memutus mata rantai kemiskinan dan kesenjangan sosial.
5. Balasannya adalah surga.
Firman Allah SWT
” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertaqwa (yaitu) orang orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.Allah menyukai orang orang yang berbuat kebajikan”(Qs Ali Imran 133-134)
6. Dilipatgandakan hingga 700 kali lipat
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap tiap butir tumbuh seratus biji.Allah melipatgandakan (ganjaran)bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui” (Qs Al Baqoroh 261)
Rasulullah SAW dan para sahabat pun berwakaf
Wakaf pertama terjadi pada masa Rasulullah SAW.Ketika hijrah ke Madinah, umat islam membangun masjid Quba, enam bulan setelah membangun masjid Quba, di pusat kota Madinah di bangunlah masjid Nabawi, kedua masjid ini merupakan bentuk wakaf keagamaan.Rasul pun pada tahun ketiga hijriyah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah.
Setelah Rasulullah berwakaf, Umar bin Khatab mengikuti jejaknya mewakafkan tanah.sebagaimana hadits dari Ibnu Umar:”Jika engkau menginginkan, kau tahan pokoknya dan kau sadaqahkan hasilnya.
Selain Umar bin Khotob , ada Abu Bakar yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekkah.Sedangkan Utsman menyedekahkan sumur.
“Wahai sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu.Lalu menyumbangkannya untuk ummat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala.(HR.Muslim)
Utsman bin Affan yang mendengar hal tersebut segera membeli sumur yahudi dan mewakafkannya
Ali bin Abi Thalib pun mewakafkan tanahnya yang subur.Tidak ketinggalan Muads bin Jabal yang mewakafkan rumahnya, populer dengan Dar al Anshar.Gerakan wakaf terus berlanjut misalnya Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam dan Aisyah istri Rasulullah SAW.
Imam Az Zuhri (wafat 124H) merupakan salah seorang ulama terkemuka yang memfatwakan bolehnya wakaf dinar dan dirham untuk sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat islam.
Pada zaman kepemimpinan Shalahudin Al Ayyubi, di Mesir sudah berkembang wakaf uang.Hasilnya untuk membiayai pemba gunan seperti membangun masjid, sekolah, rumah sakit, serta tempat tempat penginapan.Pada masa kejayaan islam, wakaf menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi islam, sehingga mampu mensejahterakan rakyat.
Pada saat ini, wakaf tidak hanya dikelola dan didistribusikan untuk orang orang fakir miskin, tetapi menjadi modal untuk membangun lembaga pendidikan. Perpustakaan, rumah sakit, gaji guru, gaji dokter perawat hingga obat obatan di tanggung wakaf.
Peran wakaf sangatlah besar dalam membangun peradaban.Dari Rasulullah dan para sahabat kita bisa meneladani  bagaimana mereka berfastabiqul khoirot mewakafkan harta yang dicintainya.Marilah kita ikut andil dalam membangun peradaban  dengan berwakaf.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
WhatsApp us