Nabi Palsu yang Muncul Pada Masa Rasulullah SAW Masih Hidup

loading…

Nabi palsu yang muncul pada masa Rasulullah SAW masih hidup lumayan banyak. Mereka ikut-ikutan memploklamirkan diri sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW mengikrarkan diri sebagai Rasul.

Di kalangan Banu Asad banyak orang yang menyambut Tulaihah yang mendakwakan diri nabi dan mendapat dukungan ketika ia meramalkan adanya tempat mata air tatkala golongannya sedang dalam perjalanan hampir mati kehausan.

Kalangan Banu Hanifah banyak juga yang menyambut Musailamah ketika ia mengutus dua orang pengikutnya kepada Nabi Muhammad, memberitahukan bahwa Musailimah juga nabi seperti dia, dan bahwa separuh bumi ini buat dia dan separuh buat Quraisy, tetapi Quraisy golongan yang tidak suka berlaku adil.

Selanjutnya, penduduk Yaman mengenal nama Aswad al-Ansi yang bergelar “Zul-Khimar” — “orang yang berkudung”, tatkala orang ini menguasai Yaman dan mengusir wakil Nabi.

Baca juga: Dendam Perempuan, Nabi Palsu dari Banu Tamim

Kala itu, oleh Rasulullah mereka tidak begitu dihiraukan, dengan keyakinan bahwa kebenaran yang ada dalam agama Allah ini sangat kuat untuk menangkis kebohongan mereka, dan dengan keimanan yang sudah kuat orang-orang yang beriman itu akan mampu membasmi mereka.

Mereka yang mendakwakan diri nabi itu menyadari posisi mereka terhadap Rasulullah SAW. Kecuali Aswad al-Ansi, di antara mereka tak ada yang memberontak.

Konon ia mendakwakan diri nabi lalu tampil dan terbunuh ketika Nabi masih ada. Tetapi sebagian sejarawan ada yang menyebutkan bahwa ia mengambil cara seperti kedua rekannya itu, menunggu sampai Rasulullah wafat, kemudian baru mereka memberontak melawan Islam.

Baca juga: Cinta Bersemi Dua Sejoli Nabi Palsu di Yamamah

Dalam buku Tarikh-nya al-Ya’qubi menuturkan: “Aswad bin Inza al-Ansi sudah mendakwakan dirinya nabi sejak masa Rasulullah. Setelah Abu Bakar dilantik ia muncul dan mendapat pengikut beberapa orang. Ia dibunuh oleh Qais bin Maksyuh al-Muradi dan Fairuz ad-Dailami yang memasuki rumahnya dan mendapatkannya sedang mabuk lalu dibunuh.”

Baca Juga:  Hikmah Makan Saat Lapar

Mengutip salah satu sumber at-Thabari mengatakan: “Perang pembangkangan pertama setelah Nabi SAW wafat ialah perang yang dilancarkan oleh Ansi, dan perang Ansi itu terjadi di Yaman.”

Muhammad Husain Haikal dalam As-Siddiq Abu Bakr menyebut para era Khalifah Abu Bakar pembangkangan terjadi di mana-mana. Musailimah dan Aswad al-Ansi mendakwakan diri sebagai nabi di kalangan masyarakatnya itu. Maksud mereka supaya di kalangan Banu Hanifah dan di Yaman serta kelompok-kelompok Arab yang lain ada juga nabinya, seperti di kalangan Quraisy.

Menurut Haekal, besar dugaan bahwa pergolakan Ansi itu terjadi pada akhir masa Rasulullah. “Benar tidaknya dugaan ini, yang jelas terjadinya itu pada masa Abu Bakar,” tuturnya.

Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar

Dukun dari Yaman
Aswad al-Ansi adalah seorang dukun yang tinggal di Yaman bagian selatan, seorang tukang sihir yang dapat membuat bermacam-macam muslihat, dan mempengaruhi penduduk dengan kata-katanya. Ia mendakwakan diri nabi dan juga menamakan dirinya “Rahman,” sama halnya dengan Musailimah yang menamakan dirinya “Rahman Yamamah.”

Menurut Lisanul ‘Arab kata “rahman” mengandung beberapa arti, dan nama Allah yang tak dapat disifatkan pada yang lain, seperti “rahim”. Lisanul ‘Arab juga menyebutkan, bahwa kata rahman ini berasal dari kata bahasa Ibrani dan rahim dari kata bahasa Arab.

Beberapa Orientalis menyebutkan bahwa sebelum Islam kata rahman ini nama dewa di Semenanjung Arab bagian selatan, dan terdapat dalam naskah-naskah mereka tetapi di Hijaz sendiri tidak dikenal.

Aswad mengaku memelihara setan yang dapat mengalahkan segala macam, dan juga dapat mengalahkan segala rencana musuh. Ia tinggal dalam sebuah gua Khabban di Mazhij.

Orang-orang awam dalam jumlah besar banyak yang datang kepadanya karena tertarik pada kata-katanya, dan terpesona oleh apa yang katanya adalah perkataan setannya.

Baca Juga:  Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur

Aswad mengepalai kelompok itu setelah ia membuat kerusuhan. la pergi ke Najran dan menyingkirkan Khalid bin Sa’id dan Amr bin Hazm wakil Muslimin di daerah itu.

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop