SYAWAL BULAN PENINGKATAN

SYAWAL BULAN PENINGKATAN. Ramadhan tahun ini “wow kereeen” menjadi Ramadhan “terdahsyat” dari Ramadhan sebelumnya.
Ramadhan ini kita semua melewati ujian besar yang menimpa seluruh negeri di dunia ini.
Terkesiap ….. kejar target Ramadhan, totalitas menantang beramal sholeh pada bulan istimewa, puasa Ramadhan penuh, taraweh penuh, tahajud, Dhuha, qobliyah, ba’diyah, perbanyak tadarus, sedekah brutal, zakat Maal, zakat Fitri, berani online dan masih banyak kegiatan positif ramadhan lainnya.
   Tiga puluh hari memenangkan Ramadhan, memenangkan kemenangan Idul Fitri. “Semua orang boleh lebaran, yang puasa boleh lebaran, yang ungkang-ungkang gak puasa juga boleh lebaran, mau yang non muslim pun boleh lebaran.Tapi tidak semua orang bisa dan bisa menikmati hari raya idul Fitri, karena itu permintaan bisa disesuaikan hari raya idul fitri itu harus dibuka basa puasa Ramadhan (bisa 29, bisa 30 hari) dan kemudian mengagungkan takbir, memulai almarhum KH.Zainudin MZ dalam ceramahnya.
   Pertanyaannya kita sukses idul Fitri, lebaran atau dua duanya lebaran dan idul Fitri?
Ibnu Rajab Alhambali berkata: Hari Raya bukan milik orang yang baru, akan tetapi hari raya milik orang yang ketaatannya bertambah.
Hari raya bukan milik orang, yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraan mewah, tetapi hari raya itu milik orang yang telah diampunikan sebagai dosa dosanya. (Lathaiful Ma’arif hal 277)
   Bulan Ramadhan telah berlalu, tetapi ada hal yang tidak boleh dilewati Ramadhan, jadi 1 Syawal adalah bulan peningkatan, sebab Syawal berarti peningkatan.Syawal adalah awal.Awal pengecekan, setelah 30 hari membentuk keshalehan pribadi dan menambah keshalehan sosial. Kebaikan yang di kerjakan sepenuhnya sudah bisa menjadi kebiasaan atau hanya pencitraan?
Tujuh kebiasaan amalan Ramadhan yang dikerjakan setelah Ramadhan:
1. Spirit Ramadhan jangan berhenti, lakukan kebiasaan baik yang sudah dilakukan pada bulan Ramadhan.
Lanjutan ibadah yang selama ini dibiasakan di bulan Ramadhan, diterbitkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, karena pahalanya seperti puasa penuh.
2. Meneruskan Tilawatil Qur’an
Bersyukurlah yang telah selesai mengkhatamkan tadarus Al-Qur’an selama Ramadhan, karena tidak semua orang mampu mengkhatamkannya, serta memiliki waktu yang sama, dan kemampuan yang sama pula.
3. Memuliakan malam dengan shalat tahajud
“Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR.Muslim)
Shalat tahajud atau shalat malam adalah tambahan keutamaan setelah seseorang melakukan shalat fardhu lima waktu.
4. Selalu menjaga wudhu
“Maukah kalian aku menunjukkan tentang sesuatu (amalan) yang meminta Allah menyiarkan dosa-dosa dan menaikkan derajat?” masjid, dan menunggu shalat setelah menunaikan shalat.Itulah pos penjagaan. “(HR.Muslim)
5. Mendirikan shalat fardhu diawal waktu.
“Al waqtu ka syaif” (waktu itu seperti pedang), Ramadhan meminta untuk memperoleh waktu, membiasakan waktu shalat yang tepat, memanfaatkan waktu harus lebih untuk mendapatkan lebih dekat diri pada Sang Khaliq.
6. Perbanyak do’a
“Doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang (tiang) agama serta cahaya langit dan bumi.
(HR.Abu Ya’la)
Doa adalah senjata yang paling ampuh untuk setiap muslim.Carilah waktu harus mustajab untuk berdoa dan menggunakan kesempatan untuk berdoa sebagai kesenangan.
7. Melanjutkan Sedekah
“Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw,” Sodaqoh yang bertanya mana yang paling besar pahalanya? “Nabi Saw menjawab,” Saat kamu bersodaqoh inginlah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya.Jangan ditunda buat Rohmi di “Terima kasih kepada Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR.Al Bukhari)
Zakat infak dan sedekah memiliki dimensi sosial, yaitu hak atas harta yang kita miliki. Karenanya lanjutkan sedekah di bulan Ramadhan luar, agar keutamaannya bisa terus di rasakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
WhatsApp us