5 Sifat Teladan Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah SAW Patut Ditiru

loading…

Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha binti Abu Bakar adalah istri baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat istimewa. Beliau salah satu di antara perempuan hebat dalam Islam.

Sayyidah Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum Hijrah Nabi, bertepatan dengan Juli Tahun 614 M. Sayyidah Aisyah menikah dengan Rasulullah ketika usia 7 tahun setelah Sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat. Namun Nabi baru mengajak Sayyidah Aisyah hidup bersama setelah berusia 9 tahun.

Riwayat lain dari ath-Thabari menyatakan bahwa Aisyah menikah dengan Rasulullah pada usia di atas 10 tahun dan berkumpul dengan Rasulullah pada usia 13 tahun. Jadi anggapan bahwa Rasulullah SAW menggauli Sayyiah Aisyah di usia 7 tahun itu tidak benar.

Ada banyak sifat dan kepribadian Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah patut ditiru oleh kaum muslimah. Beliau memiliki banyak sifat mulia yang bisa dijadikan teladan oleh umat muslim.

Berikut 5 sifat teladan Sayyidah Aisyah istri Rasulullah SAW:

1. Sederhana dan Rendah Hati
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati dan jauh dari kemewahan. Beliau menjalani kehidupan rumah tangga dengan Rasulullah SAW dalam kesederhanaan dan kekurangan. Pakaian bagus, perhiasan mewah dan makanan enak tidak pernah dilihatnya di rumah suaminya, namun Sayyidah Aisyah tidak pernah mengeluh.

Dikisahkan ketika sepeninggal Rasulullah SAW, apabila ia sedang makan dengan menu yang cukup, maka Aisyah menitikkan air mata. Ketika ditanya hal ini, beliau berkata bahwa dirinya teringat Rasulullah SAW yang tidak pernah makan dengan kecukupan seperti ini. Tidak heran bila melihat sosok Aisyah tumbuh menjadi wanita yang berkepribadian tangguh, qana’ah, ahli syukur, zuhud dan rendah hati.

2. Guru Perempuan Bagi Para Sahabat
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pembimbing umat Islam. Beliau dijuluki sebagai sosok guru perempuan bagi para Sahabat Nabi. Beliau memiliki keistimewaan dalam hal keluasan ilmu termasuk tentang Al-Qur’an, tafsir, Hadis dan ilmu fiqih.

Baca Juga:  Peradaban Islam Menurut John Louis Esposito

Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 Hijriyah. Saat itu Aisyah memasuki usianya 18 tahun. Sayyidah Aisyah hidup bersama Rasulullah lebih kurang selama 10 tahun. Selama masa yang relatif pendek ini, Aisyah dengan kecerdasan intelektualnya mampu menyerap berbagai ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Usia yang tergolong cukup muda namun menguasai hampir seluruh bidang keilmuan, baik Al-Qur’an, al-Hadits, Fiqih dan Qiyas, Tauhid dan Aqidah, Kedokteran, dan sebagainya. Setelah Rasulullah wafat itulah posisi Aisyah menjadi pengganti beliau sebagai pembimbing umat. Abu Musa al-Asy’ari berkata: “Ketika kami para sahabat menghadapi kesulitan, dalam memahami sebuah hadits, kami sering bertanya kepada Aisyah. Ia pun selalu mampu menjawabnya.”

3. Memiliki Sifat Dermawan
Tak hanya memiliki keluasan ilmu, Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Dalam kesehariannya beliau sangat qana’ah dan zuhud terhadap dunia.

Sayyidah Aisyah dikenal sebagai seorang yang dermawan dan banyak bersedekah. Sampai-sampai keponakannya, Urwah bin az-Zubair pernah melihat pada suatu hari Sayyidah Aisyah bersedekah sebanyak 70.000 Dirham, padahal beliau menambal sendiri bajunya.

4. Kecerdasan Luar Biasa
Sayyidah Aisyah merupakan salah satu istri Nabi yang sangat cerdas. Hal ini dibuktikan dengan Hadis seputar hukum, wahyu, kebiasaan Nabi yang bersumber darinya. Kecerdasan Aisyah yang dibimbing langsung oleh Rasulullah SAW membuatnya mampu menyerap ribuan Hadis dan meriwayatkannya dengan penuh ketelitian.

Dari 2.210 Hadis yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah, ada 286 hadis yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau memahami hadits-hadits itu, meriwayatkannya, menarik kesimpulan darinya. Sayyidah Aisyah juga sering menjelaskan hikmah-hikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil.

Tanda-tanda kecerdasan Aisyah sudah nampak sejak masih kanak-kanak. Pada suatu hari, Aisyah kecil sedang asik bermain boneka. Melihat boneka itu Rasulullah SAW bertanya, “Apa ini wahai Aisyah?” “Kuda” jawab Aisyah. “Adakah kuda memiliki dua sayap?” tanya Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Keutamaan Belajar di Waktu Pagi

“Bukankah kuda Nabi Sulaiman memiliki banyak sayap?” Rasulullah pun tertawa mendengar jawaban spontan Aisyah yang akurat tersebut. (HR Abu Dawud)

5. Memiliki Keteguhan Hati
Sosok Ummul Mukminin ini dikenal punya kepribadian sangat mulia. Selain jujur, beliau juga dikenal sebegai sosok perempuan yang memiliki keteguhan hati.

Sayyidah Aisyah memiliki sifat quwwah atau keteguhan jiwa. Suatu ketika, beliau pernah dipertanyakan kesuciannya saat pulang dari perang Bani Musthaliq, namun Aisyah tetap berpegang teguh pada kebenarannya.

Pada akhirnya semua terjawab dengan turunya firman Allah yang membenarkan kesucian Aisyah, yaitu pada Surat An-Nur ayat 12.

لَوۡلَاۤ اِذۡ سَمِعۡتُمُوۡهُ ظَنَّ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بِاَنۡفُسِهِمۡ خَيۡرًاۙ وَّقَالُوۡا هٰذَاۤ اِفۡكٌ مُّبِيۡنٌ‏

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop