Jangan Minta Harta Berlimpah, Tapi Mohonlah Rezeki yang Cukup

loading…

Memiliki harta bukanlah hal yang tercela selama ia digunakan untuk kebaikan. Namun, umat muslim tidak dianjurkan berdoa meminta harta berlimpah karena bisa menyebabkan kelalaian dan jatuh kepada kesombongan sebagaimana Qarun dan Fir’aun.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam sendiri tidak pernah berdoa meminta harta berlimpah. Beliau hanya mengajarkan umatnya berdoa agar dikaruniai kekayaan seperti doa berikut:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terjaga kehormatan, dan kekayaan.” (HR Muslim 2721)

Kekayaan yang dimaksud dalam doa di atas bukanlah materi yang berlimpah, melainkan hati yang qana’ah. Kata “Al-Ghina” dalam hadis di atas bermakna kekayaan hati, sehingga tidak meminta kepada (mengemis) kepada orang lain.

Sejatinya, urusan rezeki tidak perlu dikhawatirkan karena Allah telah menjamin rezeki bagi makhluk-Nya. Dialah yang mengatur rezeki manusia sesuai kehendak-Nya. Artinya, Allah menurunkan rezeki kepada manusia sesuai dengan takaran yang dikehendaki-Nya.

Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam pernah mengingatkan umatnya tentang harta. Dari Ka’ab bin ‘Iyadh berkata: “Aku mendengar Nabi bersabda: “Sesungguhnya setiap umat itu memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta.” (HR at-Tirmidzi dan at-Thabrani)

Dalam Al-Qur’an, Allah juga mengingatkan manusia sebagaimana firman-Nya:

وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَاۤ اَمۡوَالُكُمۡ وَاَوۡلَادُكُمۡ فِتۡنَةٌ  ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنۡدَهٗۤ اَجۡرٌ عَظِيۡمٌ

Artinya: “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS al-Anfal ayat 28)

Apabila seorang muslim mengetahui hakikat dunia, pasti ia akan memohon kebaikan kepada Allah, meminta rezeki yang berkah dan kekayaan hati. Ia akan memperbanyak amal saleh sebagai bekal untuk kehidupan Akhirat.

Baca Juga:  Kisah Sufi Mengandung Ajaran Moral: Burung dan Telur

Umat Islam tidak diperintahkan mengejar dunia karena sifatnya hanya sementara. Al-Qur’an Surat Al-Hadid ayat 20 menyatakan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, kesenangan yang menipu dan suatu yang melalaikan. Bukankah umur manusia sangat pendek? Maka mintalah rezeki yang cukup dan kebahagiaan dunia akhirat.

Baca Juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya

(rhs)

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop