Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1, Amalan Penyelamat dari Siksa Kubur

Surat Al-Mulk (الۡمُلۡكُ) termasuk surat-surat Al-Qur’an yang biasa dibaca baginda Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam pada malam hari. Surat ini memiliki fadhilah sangat dahsyat dapat menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur.

Selain dianjurkan dibaca setiap malam sebelum tidur, ada baiknya kita tadabburi kandungan surat ini. Surat ke-67 ini terdiri atas 30 ayat diturunkan sesudah Surat Ath-Thuur. Nama Al-Mulk diambil dari kata Al-Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Surat ini dinamai juga dengan “Surat Tabaarak” (Maha Suci). Keutamaan surat ini dapat memberi syafa’at bagi pembacanya, penghalang dari siksa kubur dan menjadi sebab seseorang dikeluarkan dari neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة

Artinya: “Satu surat dalam Al-Qur’an (terdiri dari) 30 ayat (pada hari Kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah) bagi orang yang selalu membacanya (merenungkan maknanya) sehingga Allah mengampuninya, (yaitu Surat Al-Mulk): “Tabarokalladzi biyadihil-Mulku”. Dalam riwayat lain: “Sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Hakim)

Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1
Surat Al-Mulk diawali dengan kalimat yang sangat agung. Berikut tafsir Surat Al-Mulk ayat 1:

تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙ‏

Tabaarakal ladzii biyadihil Mulku wa Huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk ayat 1)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah penguasa alam semesta. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Mengutip tafsir Kemenag, Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang ada di dalamnya. Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya.

Baca Juga:  Isra Mi'raj hingga Runtuhnya Turki Utsmani

Dalam mengatur dan menjaga kelangsungan alam ini, Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan. Semua wajib tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang dibuat-Nya tanpa ada pengecualian sedikit pun. Siapa yang menolak dan tidak tunduk kepada hukum dan aturan-Nya, maka ia akan mendapat hukuman.

Hukum dan peraturan Allah yang berlaku di alam ini ada dua. Pertama, Sunatullah yaitu api membakar, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, hukum Pascal, dan hukum Archimedes.

Manusia hidup memerlukan oksigen, makan dan minum, baik berupa makanan dan minuman jasmani maupun rohani. Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Tiap-tiap planet termasuk bumi mempunyai daya tarik-menarik dan berjalan pada garis edarnya yang telah ditentukan. Dan banyak lagi hukum-hukum ketentuan Allah.

Kedua, Agama Allah yaitu berisi petunjuk-petunjuk bagi manusia. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk itu, manusia akan hidup bahagia di dunia dan akhirat. Agama yang berisi petunjuk-petunjuk itu diturunkan Allah kepada para Rasul yang telah diutus-Nya sejak dari Nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup dari semua Rasul dan Nabi. Manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad wajib mengikuti agama yang dibawa beliau.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah sebagai penguasa kerajaan dunia dan kerajaan akhirat, Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada suatu apa pun yang dapat menandingi kekuasaan-Nya dan tidak ada suatu apa pun yang dapat luput dari kekuasaan-Nya.

Wallahu A’lam

 

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop